Sabtu, 29 Januari 2011

seorang dia


Hebat sekali , menangis dalam kegalauan
Berarti sekali seorang dia , ditangisi tapi tak pernah perduli.
Haruskah terus larut dalam kesedihan yang tak pernah ada ujung.
Haruskah menangis untuk dia yang begitu acuh dengan tanggung jawab .
Lihat saja, mengumbar kata janji seolah hebat dengan kemampuan untuk menepati.
Terkadang rasa percaya diri itu pun , membuatnya lupa dengan diri yang sebenarnya.
Pantaskah ia di tangisi dalam kepergiannya? Pantaskah  merasa kehilangannya saat ia pergi.
Ku rasa tidak..
Lihat , ia begitu munafik dengan ketulusan, ia begitu sombong dengan perasaan.
Tak pernah ia merasa ,” oh ya aku salah”.
Hah.!!  Itu hanya kemunafikan belaka, hanya untuk menutupi kesalahan terbesarnya .
Berpendapat bahwa , tak ada satupun yang dapat terlepas dari hidupnya, merasa hebat karena lagi
dan lagi ada yang menangisinya .
tak pernakah ia sadar Tuhan, tak pernahkah ia merasa begitu kehilangan?
Begitu sakit , begitu rapuh?
Berharap , suatu saat perubahan itu pasti ada .
Untuk hidupnya , dan untuk hidup orang yang mencintainya .




Tidak ada komentar:

Posting Komentar