Sabtu, 29 Januari 2011

seorang dia


Hebat sekali , menangis dalam kegalauan
Berarti sekali seorang dia , ditangisi tapi tak pernah perduli.
Haruskah terus larut dalam kesedihan yang tak pernah ada ujung.
Haruskah menangis untuk dia yang begitu acuh dengan tanggung jawab .
Lihat saja, mengumbar kata janji seolah hebat dengan kemampuan untuk menepati.
Terkadang rasa percaya diri itu pun , membuatnya lupa dengan diri yang sebenarnya.
Pantaskah ia di tangisi dalam kepergiannya? Pantaskah  merasa kehilangannya saat ia pergi.
Ku rasa tidak..
Lihat , ia begitu munafik dengan ketulusan, ia begitu sombong dengan perasaan.
Tak pernah ia merasa ,” oh ya aku salah”.
Hah.!!  Itu hanya kemunafikan belaka, hanya untuk menutupi kesalahan terbesarnya .
Berpendapat bahwa , tak ada satupun yang dapat terlepas dari hidupnya, merasa hebat karena lagi
dan lagi ada yang menangisinya .
tak pernakah ia sadar Tuhan, tak pernahkah ia merasa begitu kehilangan?
Begitu sakit , begitu rapuh?
Berharap , suatu saat perubahan itu pasti ada .
Untuk hidupnya , dan untuk hidup orang yang mencintainya .




Rabu, 26 Januari 2011

seharusnya !

sebenarnya tak pantas aku seperti ini
bersedih, tenggelam dalam kegelisahan !
mungkin tak ayal aku selalu teringat, namun harus seperti inikah ?
menyiksa diri secara perlahan .
banyak yang seharusnya dapat aku jadikan alasan untuk membuat semua keadaan menjadi lebih baik.
bukan hanya dia, tapi banyak yang seharusnya aku kasihi, aku sayangi, bahkan aku cintai.
mungkin hanya terhanyut dalam rasa kehilangan, yang membuat jiwa terpuruk !
mencoba untuk bangkit, mencoba untuk berdiri dalam jalan yang semestinya.
seharusnya aku mampu untuk menjadi lebih baik dan lebih baik lagi.

belajar dari sebuah kesakitan yang tak pernah reda, belajar dari sebuah kepercayaan yang terkhianati.!

Selasa, 25 Januari 2011

sakitnya !

boleh kah aku berkeluh kesah malam ini.
Terjaga dari tidur , sesak selalu menemani.
sudah berapa lama aku merasakannya?
tetapi kenapa ? kenapa rasanya baru kemarin aku merasakan sakitnya.
tak mampu aku terus mempersalahkan takdir yang sudah berjalan
tak mampu aku mempersalahkannya karena memang aku yang salah
tak mampu menjaganya agar tetap disisiku, agar tetap perduli pada ku.
sengaja pun tidak , memikirkannya sedikitpun juga tak pernah.
tetapi sesak selalu saja datang tanpa alasan yang jelas
inikah rasanya hati yang terluka?

begitu rapuh, begitu lemah !

Senin, 24 Januari 2011

Hanya teringat

Tuhan, apa harus seperti ini.
aku harus terbangun ditengah malam seperti ini, mengingatnya, merindunya.
sudah, apapun sudah aku lakukan untuk melupakannya.
namun kenapa Engkau tidak jua, merestui ku untuk melupakannya.
sulit untuk menerima semua keadaan ini, tapi aku bisa apa?
aku hanya mampu belajar ikhlas menerima jalan takdir Mu.
aku ingin selalu yakin, Engkau bisa membuat keadaan apapun, dan seperti apapun.
biarkanlah aku hidup tanpa bayangnya lagi, biar kan aku terlelap dalam tidur tanpa terbangun dan menginngatnya.
Aku yang begitu rapuh tanpa nya, aku yang tak sanggup tanpa melihat matanya, aku yang tak pernah mampu berdiri tanpa semangat darinya.
adakah rencana Mu untuk jalan hidup ku ?
Letih rasanya aku merasa seperti ini,
maaf aku hanya mampu mengeluh, aku hanya mampu mempersalahkan takdir Mu .

aku ingin yang terbaik yang Kau gariskan untuk ku .

kamu

betapa indah semyum mu, betapa menyilaukan cahaya mu.
kata mu sungguh indah penuh makna yang berarti untuk ku.
akan kah aku bisa melihat senyum mu setiap ku butuh, bisa merasakan hangatnya cahaya mu disaat hati ku beku.
bisakah aku mendengar dan membaca kata mu hanya untuk membuat tenang jiwa yang rapuh ini.

mungkinkah semuanya hanya mimpi yang Tuhan beri untuk ku.
mungkinkah hanya menjadi angan untuk ku.

canda mu ku rindu setiap hari, tawa mu ku butuh tiap saat.
bisakah aku memiliki semuanya dari mu?
bisakah kau mengerti apa yang aku rasa untuk mu.

Oh Tuhan ku...
biarkan mimpi ku ini keadilan yang kau beri untuk hidup ku..

Minggu, 23 Januari 2011

keadilan

terlelap dalam tidur , tak ada mimpi, tak ada beban.
namun seketika aku terbangun dari tidur yang begitu singkat.
merasakan sesak yang tak pernah ada jawab.
bisa kah kau merasakan sesak ku ini, bisakah kau merasakan panggilan hati ku ini.
mungkin sekarang kau sedang bercanda tawa bersamanaya, tak pernah ada rasa beban kehilangan yang berarti.
begitu mudah kau ucap janji padanya, janji mu saja belum kau penuhi pada ku.
adilkah ini Tuhan, aku selalu percaya pada janjinya, namun dengan mudah iya menghancurkan segalanya .
adakah keadilan yang harusnya ku rasa, yg harusnya pantas ku terima ?
sulit aku untuk mengingkarinya karena ini jalan takdir mu Tuhan.
tapi bolehkah aku, mempersalahkan diri yang tak mampu untuk menjaganya tetap berada disisiku ?

sungguh Tuhan, aku tak sanggup !

Sabtu, 22 Januari 2011

semua hanya seeonggok kenangan kelam

harus apalagi cara yang kutempuh mempertahankan jalinan yang sekian lama kita rajut.
berkali aku coba untuk memperbaiki semuanya namun sia.
ku lakukan apapun, apapun, namun tetap tak mampu membuat mu bertahan.
hilangkah rasa itu? tak ada sedikitkah rasa bahagia itu?
sulit ku percaya jalan seperti ini yang kau tempuh, sulit ku terima memang kalau takdir yang menentukan seperti ini.
tak pernakah kau mencoba untuk bertahan.. ku rasa tidak.

ini jalan mu, ini takdir ku.
mampukah ku terus berdiri dengan harapan yang tak akan pernah pasti.

sekarang kau benar menorehkan luka, meninggalkan seonggok kenangan kelam.
yang memang semestinya harus ku enyahkan .

berusaha sekeras mungkin, berdoa sekhusyuk mungkin.
aku punya Allah, yang lebih perduli dari segala kepedulian, lebih cinta dari segala cinta yang ada.
itu yang buat ku mampu menjadikan  semuanya  seonggok kenangan kelam !

aku percaya


Ku awali semua dengan torehan yang pilu,

dengan jerit hati yang tak terdengar namun sangat dalam ku rasakan.

Berada dalam posisi seperti ini sempat membuat ku terpuruk dalam harapan yang keji.

Betapa indah cahayanya, begitu terang, dan hangat membuat ku merasa terlena dan terendam dalam kenyamanan yang semestinya ku rasa itu perlu untuk selamanya.

Beribu kata manis, ku dengar setiap hari

Beribu kata janji yang kau suguhkan

Sungguh ku percaya, selalu percaya

Sampai tak pernah ada rasa keraguan ku pada mu sedikitpun

Atau bahkan tidak pernah sama sekali.

 sekelilingku pun sudah engkau buat nyaman dengan kehadiran mu.

Sesosok anak lelaki yang hadir setiap hari hadir di rumah ku, yah setiap hari.

Ingatkah kau, ibu selalu menyapa mu dengan senyum nya, membuat masakan kesukaan mu, berbincang 

dengan canda tawa. Apakah kau ingat dengan semua itu?

Kau beri yang terbaik untuk ku, kau berikan segala yang kau mampu.

Kata mu itu, sungguh benar-benar buat ku merasa nyaman.

Dan sekali lagi ku percaya dengan mu, aku percaya kau adalah yang terbaik untuk ku.