Sabtu, 26 November 2011

Rasa ingin memiliki memang hampir sudah hilang, tapi rasanya kehilangannya ini yang sampai sekarang saya belum temukan. Bagaimana saya harus melupakan, menghilangkan, atau bahkan pergi dari hal semua tentangnya. Satu alasan kenapa saya begitu merasa kehilangan, mungkin karena saya tahu, saya masih memiliki perasaan untuknya. Salah sebenarnya kalau saya merasa seperti ini, saya hanya menyakiti dan merepotkan orang-orang yang dekat dengan saya saat ini. Saya benar-benar memiliki perasaan itu, tapi kenapa hanya untuknya?. Kenapa, kenapa Tuhan dahulu mempersilahkan dia hadir lagi di hidup saya, kalau akhirnya Tuhan tidak mengizinkan saya untuk tetap memiliki perasaan ini. Seharusnya Tuhan mampu menghilangkan perasaan saya untuknya, seperti menghapus hidupnya dari hidup saya.

Sabtu, 05 November 2011

Segalanya tahu, sebuah takdir yang terukir sejak ku bernafas
Aku tak mengerti, kenapa harus ada rasa sakit seperti ini di dalam takdirku
Mengapa TUHAN, jika memang dia tidak ada dalam takdirku
Mengapa KAU tidak pernah berikan kekuatan Mu pada ku untuk melupakannya
Benarkah Kau akan memberikan apa yang terbaik untukku, bukan apa yang aku inginkan?
Aku begitu lama bertahan seperti ini, tapi tak sedikit pun hati bergeming darinya
TUHAN, aku tidak ingin berputus asa
Tapi apa aku tidak diijinkan untuk menyerah, dan melupa semua yang ada?

Kamis, 27 Oktober 2011

Mungkin ada ungkapan dalam semua yang ada.
Memberikan satu kepastian janji yang membuatku merasa seperti tak mempunyai keindahan yang mampu membuatmu menatapku.
Ketika semua yang aku rasa menjauh, seketika itu bayangmu mendekat.
Memberikan berbagai macam keindahan yang menyayat hati
Berikan satu alasan untuk aku melupakan semua cara yang membuatku terarah pada kebaikanmu.
Kenapa kau begitu sanggup dengan semua kenangan yang seharusnya mampu kau sandingkan dengan semua yang ada .
Seharusnya kau mampu membuatku sehebat dia yang kau anggap sempurna.
Tapi kini kau hanya meninggalkan jejak keindahan yang tak mampu aku lupakan.
Masihkah aku terus menentang semua ingin yang tertuju padamu
Disaat kau bergembira atas kemenangan hati yang tak sejenak pun melihat tulusnya rasa bersalah ini
Bila memang aku harus meninggalkan semua cerita ilusi yang selama ini aku bayangkan
Pergilah, bawa semua cerita hampa tak berbekas yang kau beri itu
Cerita seketika usai sejak kau melangkah pergi bersama kesenanganmu
Tinggalkanlah, jangan kau beri jejak pada langkahmu
Jangan kau perlihatkan bayanganmu, jangan berikan wangi harum disetiap jengkal pada dirimu
Aku fikir, usai semua setelah kau bergembira
Tapi kekhawatiran seakan membuat ku tertampar akan kemunafikan diri
Aku berharap, semua yang terjadi usai tak ada lagi cerita
Aku berharap, kau pergi dengan semua kebaikan yang menorehkan luka disini !



Kamis, 18 Agustus 2011


Haruskah sesesak ini?
Merasakan rindu yang tak mungkin ku ungkap
Menahan rasa yang mungkin sudah tak mampu lagi aku membendungnya
Tahukah kasih, aku harus menahan sakitnya
Saat aku terbangun dan tersadar betapa rindunya aku padamu
Apa kasih yang membuatmu sedikit pun tak menoleh padaku?
aku selalu berharap disetiap nafasku
aku selalu berdoa disetiap detikku
aku tak mampu lagi untuk berharap
aku tak mampu lagi untuk melihatmu bersamanya
aku tak mengerti mengapa aku seperti ini
terperangkap dalam rasa rindu yang berlebih padamu
sudah berbagai cara aku berusaha untuk melupa
tapi tak pernah usai rasa ini.



Rabu, 17 Agustus 2011


Aku tertawa melihat semua keadaan ini
Mungkinkah hukum itu ada dan bertahan
Masih tak pernah sadarkah ?
Masih tak pernah pahamkah?
Harus aku memiliki semua kesempurnaan itu?
Haruskah?
Agar kesempurnaan rasa ini dapat terlihat olehmu?
Begitu sempurnakah dia dimatamu kasih ?
Aku tak paham dengan perasaan ini
Aku tak pernah mengerti dengan semua jalan ini
Tuhan tahu akan kesempurnaan rasa ini,
Mungkinkah Tuhan tak mau menakdirkan kita
Karena aku tak begitu sempurna untukmu?
Disetiap doaku, aku selipkan kata untukmu
Disetiap tawaku,  selalu terlintas tentang dirimu
Disetiap tangisku, aku merasa membutuhkanmu
Kalau aku bisa, aku akan berkata
“Tuhan, aku ingin sekali berada disampingnya untuk tersakiti. Dari pada aku tak berada disampingnya dan merasa kehilangan dirinya”



Kasih aku rindu senyummu
Aku rindu tawamu
Aku rindu semua yg ada di dirimu
Entah, aku terlalu bodoh untuk merasakan ini
Aku terlalu munafik untuk mengatakan semua hal ini
Bisakah kasih, sedikit saja kau rengkuh rasa ini
Sekali saja kau bilang kata rindu untukku
Tak pernakah terlintas rasa rindu untukku
Disaat aku selalu teringat, aku yakin tak pernah terlintas tentangku
Berharap seakan semua kan kembali
Berhayal semua ini hanya mimpi
Mimpi yang suatu saat nanti aku akan terbangun
Dan aku akan berkata
“ semua ini hanya mimpi ternyata”
Tapi apa mimpi sesakit ini, apa mimpi membuatku menangis menahan sesak seperti ini ?!